At-Turots Peduli

Atturots Peduli Umat

LAPORAN PERJALANAN RELAWAN APU KE LOKASI GEMPA LOMBOK

Admin IT | Rabu, 29 Agustus 2018 - 11:24:20 WIB | dibaca: 186 pembaca

Berangkat : 18 Agustus 2018 

Naik pesawat Jog-Lom, tiba di Lombok jam 8 malam, kemudian dijemput tim SAR yayasan Atturots Peduli Umat langsung menuju posko APU dipondok pesantren Teladan Imam Syafi’I (TIS) Kec. Tanjung kab. Lombok Utara. Sampai diposko sekitar jam 00.30.

Ketika menginjak kaki dipondok tersebut, diasmbut dengan goncangan gempa.Sampai subuh terhitung 3 kali gempa.Kemudian setelah subuh,kami berkordinasi dengan mudir pondok TIS (Teladan Imam Syafi’i) beserta Pembina yayasan.kemudian setelah dhuha,meluncur keposko daerah perbukitan, karena ada informasi bahwa ada salah satu pengurus yang ada di daerah perbukitan tersebut terkena reruntuhan masjid yang menyebabkan tulang kaki kanannya patah dan kaki kirinya retak berdasarkan hasil ronsen dari RSUD Tanjung. Kemudian kita berbincang bincang dengan korban dan keluarganya tentang kejadian peristiwa tersebut.Kemudian dari relawan APU memberikan bantuan nutrisi herbal untuk membantu pemulihan kesehatanya dan bersama pengurus pesantren TIS memberikan tongkat penyangga kaki.
Kemudian kembali ke posko pondok TIS dan membicarakan tentang kondisi masyarakat yang terkena dampak gempa sebelum terjadinya gempa.

Banyak hal yang di informasikan dari para pengurus pondok TIS kepda relawan APU.
Kemudian hari berikutnya, relawan APU mengunjungi beberapa posko yang bisa dijangkau yang dipandu oleh salah seorang pengajar pondok TIS.Kita berkunjung ke posko posko tersebut mendapat sambutan yang hangat, kita berikan bantuan dengan apa yang bisa kita bantu dan mendoakan agar mereka diberi kesabaran dalam menghadapi musibah tersebut dan berusaha untuk menjadi yang lebih baik pada hari hari selanjutnya.

Kemudian hari berikutnya,kita berkordinasi dengan pengurus pondok TIS tentang kegiatan Qurban untuk para korban gempa yang ada di posko posko pengungsian.Kemudian tim APU dan pengurus pondok TIS berusaha untuk mencari donator untuk hewan qurban melalui medsos.Alhamdulillah dari relawan APU mendapatkan 9 ekor kambing yang disalurkan APU melalui posko yang ada di pondok TIS.

Setelah itu, tim relawan APU melanjutkan perjalanan ke posko yang ada di kec. Sesait Lombok utara yang termasuk kecamatan yang parah dampak gempanya.Kemudian kita berbincang bincang dengan salah satu tokoh yang ada di posko tersebut,kita membicarakan kondisi masyarakat sebelum gempa,pasca gempa,  dan kegiatan qurban.,yang ternyata didaerah tersebut belum ada dari kaum muslimin yang berkurban.Kemudian dari tim APU mengusahakan untuk mendapatkan hewan qurban, dan Alhamdulillah dari temen-temen dari Jogja ada yang menjadi donator hewan qurban di daerah tersebut berupa 2 ekor kambing.
 
  

Adapun hasil pembicaraan dengan pengurus pondok TIS di Tanjung dan tokoh dari posko Sesait dapat kita sampaikan dalam beberapa poin berikut :
1.Kondosi Masyarakat sebelum Gempa
Masyarakat Lombok utara masih banyak didapati masyarakat yang beragama hindu yang pimpinan agamanya disebut “tuan guru” yang patuah-patuahnya selalu ditaati masyarakat.misalkan pada hari raya nyepi, ketika melakukan ritual yang disebut “Ogoh-ogoh”, maka kaum muslimin banyak yang bergabung dengan rang-orang hindu dalam merayakan hari raya tersebut, yang kemudian diikuti dengan pesta khamr, bahkan pesta khamr dilakukan pada waktu pesta pernikahan.Ini sudah berlaku secara umum.
Kemudian ketika pesta diiringi musik-musik dan berikutnya masih didapatkan masyarakat menggunakan Tamimah untuk menolak balak.s ebelum gempa, masyarakat pada umumnya menolak dakwah sunnah,membencinya, memberikan julukan wahabi, atau aliran sesat, bahkan di kecamatan Bayan dan sekitarnya memiliki sebuah keyakinan yang dikenal dengan sebutan “Wektu Telu” , maksudnya sholat wajib hanya berlaku 3 waktu saja. Bahkan tuan guru menerima perwakilan sholat dari jamaahnya.

2.Kondisi Pasca Gempa
Setelah terjadinya gempa yang pertamayang menyebabkan beberapa rumah roboh, maka tuan guru yang beragama hindu memerintahkan menggunakan Tamimah gelang dari benang. Maka warga dan kaum muslimin pun memakainya. Tokoh masyarakat didaerah Kec. Sesait meminta kepada masyarakat untuk mengumpulkan hasil bumi yang terbaik, dan sebagian kaum muslimin pun ikut mengumpulkan.Setelah terkumpul, hasil bumi itu dikubur sebagai bentuk persembahan/ritual dengan harapan agar buminya tenang atau gempanya cepat selesai. Maka setelah itu gempanya reda, lantas mereka bersorak kegirangan. Tetapi pada malam harinya , terjadi gempa yang lebih besar dari gempa yang pertama , 7 skala likter, maka mereka para tokoh  tersebut menyampaikan bahwa persembahannya kurang, maka mereka mencari kambing yang akan dijadikan tumbal. Tapi mereka belum mendapatkannya.
Sebagian masyarakat  dibagian dekat dengan dengan posko kita, ketika kita peduli kepada mereka dengan memberikan sembako, air minum, terpal,dll. Mereka mulai berubah pola pikirnya ,mereka menjadi simpati terhadap dakwah sunnnah, karena belum ada dari kelompok lain yang peduli kepada mereka.
Karena kesulitan untuk mendapatkan air minum , maka kami tim APU memberikan 1 set mesin air minum isi ulang yang ditempatkan di pondok TIS.untuk mensuply air minum yang berada di posko-posko lain.

Kemudian setelah Id, kami berkordinasi dengan pegurus  pondok TIS tentang tindak lanjut penanganan para pengungsi korban gempa Lombok utara..Diantaranya :
-perlunya membikin mushola darurat yang tahan gempa.
-membikin hunian sementara
-memberikan beasiswa kepada beberapa tempat yang belum terjangkau dakwah sunnahnya untuk dijadikan kader untuk mendatang.
-perlu tambahan supply sembako untuk kegiatan social , karena banyak lembaga-lembaga kristem,syiah dll sudah bertebaran di beberapa posko pengungsian.
-perlunya mengirim tim da’I yang mampu berbahasa/berbaur dengan masyarakat, maka APU merencanakan mengirimkan relawan dan tim da’I yang berkesinambungan dengan system rolling. Maka kami harapkan kepada para Muhsinin untuk bisa membantu progam-progam tersebut dengan mengirimkan sebagian donasinya ke Rekening APU.

oleh: Ustadz Mubarak APU










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)